Monday, October 12, 2015
Dan Saya Suka Pemandangan Dari Atap Kamarnya
Itu pertama kalinya, dan sekali-kalinya, saya bertemu orang yang bisa tepat membaca diri saya. Membaca sifat, ambisi, kelemahan. Sampai-sampai bisa juga membaca pertanyaan yang baru terbersit di kepala dan belum sempat saya ucapkan. Mungkin sekarang pun dia tahu kalau saya sedang menulis tentang dirinya. Pengalaman itu membuat saya sadar kalau saya memang tidak tahu apa-apa. Masih banyak dunia rahasia di luar sana.
Wednesday, October 7, 2015
Face Validity Is Not Real Validity
Baru kemarin geleng-geleng kepala membaca laporan tahunan beberapa perusahaan yang berkantor di Gatsu dan Sudirman, sekarang sudah geleng-geleng kepala lagi memeriksa kerjaan para mahasiswa yang sedang menempuh studi magister di Eropa sana.
Wednesday, September 30, 2015
La Historia Me Absolvera
'Tini dan Yanti', diambil dari tulisan pada dinding sel penjara Tapol 65
di Penjara Pekambingan, Denpasar - Bali.
Monday, September 28, 2015
Wednesday, September 16, 2015
Natalius Chendana
Oleh-oleh dari Institut Français malam ini.
#noted #ahem #malahgabahasfilmnya
#noted #ahem #malahgabahasfilmnya
Dan untuk Siput, semoga sukses dengan web series terbarunya "Kisah Carlo" (sukses juga buat Andri dan Good Sheep Production, I'll definitely watch every episode of this series). Senang rasanya tiap kali bersua kawan lama yang sudah semakin mengepakkan sayapnya. Cepatnya waktu berlalu...
Wednesday, September 2, 2015
Parallel Universes
Last night I was hanging out with members of Tablighi Jamaat from Sri Lanka.
Tonight I'm cuddling with a (not so) stranger (anymore) while enjoying the skyline of downtown Jakarta.
I wonder what tomorrow night will bring for me.
Tonight I'm cuddling with a (not so) stranger (anymore) while enjoying the skyline of downtown Jakarta.
I wonder what tomorrow night will bring for me.
Friday, August 28, 2015
When 5 Different Numbers Text You "Sayang"
You've always thought that relationship is pretty much the same as friendship -- you can do it with many people at once. But heck, just like friendship, you need to spare time to maintain relationship. Being adult, sometimes you (or they) just don't have that luxury anymore.
Monday, August 17, 2015
Prinsip Hari Ini
Hari ini harus lebih ganteng dari hari sebelumnya. #Prinsip #Merdeka
Sunday, August 9, 2015
This Brainwashing..
I just received a news today that my cousin died in Syria. And I don't even know what the fuck he was doing there or how he got there. I know he joined a hard-line group several years ago, but I had no idea that he could go that far.
My goodness, he was so young.. I still remember we played Sega together in his room. I'm sorry we didn't talk much and share our thoughts. Now it's too late. :(
My goodness, he was so young.. I still remember we played Sega together in his room. I'm sorry we didn't talk much and share our thoughts. Now it's too late. :(
Friday, July 24, 2015
Filosofi Kopi
Baru tau gw, ternyata lokasi syuting kedai kopi di Filosofi Kopi itu adanya di Blok M, deket jejeran resto-resto Jepang samping Blok M Square itu. Dan ternyata lagi, itu kedainya ga dibongkar sesudah syuting, tapi tetep buka dan beneran jualan kopi! Sesuatu banget yah..
Monday, July 20, 2015
Saturday, June 27, 2015
Thursday, June 11, 2015
Jurassic World
Thursday, May 21, 2015
Wednesday, May 20, 2015
The First Competitor!
Never knew I have competitor (and potential partner) in this little business. But today I just got an email from them! Looks like they want to share their projects with me. Wow wow, this is gonna be interesting, I guess.
Saturday, May 9, 2015
Azadi Yuwashki
Dua perempuan Iran ini datang ke Jakarta dalam rangka pameran bisnis, entah apa jelasnya saya juga kurang tahu. Cantik khas Persia, semua orang di sekitar menyempatkan diri melirik mereka. Yang satu berambut lurus hitam kecoklatan, yang satu lagi keriting pirang. Masih sepantaran saya juga usianya. Mereka memamerkan fotonya di hotel dengan kemeja lengan panjang dan hijab selendang seperti lazimnya anak muda Iran. Tapi mereka sendiri tidak memakai hijab saat saya mengobrol dengan mereka.
"Ini karena ada manajer kita di hotel. Jadi kita pakai hijab," terang si rambut keriting.
Si rambut lurus lalu meraih tas kulitnya, mengeluarkan selembar selendang putih dan memamerkan ke saya.
"Nih hijabnya, kita pakai lagi nanti kalau balik ke hotel."
Tawa kami pun meledak.
Never thought I would have this opportunity to witness the real example of stealthy freedom of Iranian women, right in my city. (And yes, they knew Masih Alinejad and got surprised when I said I know her page on Facebook.)
"Ini karena ada manajer kita di hotel. Jadi kita pakai hijab," terang si rambut keriting.
Si rambut lurus lalu meraih tas kulitnya, mengeluarkan selembar selendang putih dan memamerkan ke saya.
"Nih hijabnya, kita pakai lagi nanti kalau balik ke hotel."
Tawa kami pun meledak.
Never thought I would have this opportunity to witness the real example of stealthy freedom of Iranian women, right in my city. (And yes, they knew Masih Alinejad and got surprised when I said I know her page on Facebook.)
Wednesday, May 6, 2015
Having Sexy Time Doesn't Even Mean Anything!
What did you expect, really?
Alright buddy, enough for now. We still have tasks to do.
Alright buddy, enough for now. We still have tasks to do.
Sunday, May 3, 2015
Having Sexy Time Doesn't Automatically Break The Ice
It still takes effort just to maintain a conversation, let alone express feelings, especially when both of you are lone wolves (read: severe introverts). *sigh*
Monday, April 27, 2015
Wednesday, April 22, 2015
Europa Universalis III - Majapahit (Abad 16)
Abad 15 dapat dilihat di sini.
Desember 1510. Brunei bertindak lancang dengan melarang para saudagar Majapahit berdagang di Malaka. Maka untuk pertama kalinya selama lebih dari 100 tahun, Majapahit menyatakan perang untuk memberi Brunei pelajaran mengenai tata krama antar bangsa. Seluruh angkatan darat dan laut disiagakan dalam perang pertama ini. 5.000 tentara bergerak menyerang Lampung. Sementara gelombang pemukim dari Surabaya berdatangan menuju Kepulauan Andaman di utara Aceh.
September 1516. Setelah sejumlah pertempuran sengit yang mahal dan memakan banyak korban, Majapahit dan Brunei akhirnya sepakat untuk duduk di meja perundingan. Brunei bersedia menerima kekalahan dan melepas dua provinsinya, Siak dan Palembang, untuk Majapahit. Namun tugas militer belum selesai, karena kini kedua provinsi di Tanah Sumatera itu dibayangi kemungkinan pemberontakan kelompok-kelompok patriot Melayu dan Islam. Sejumlah besar tentara harus dikirim untuk mengamankan keadaan.
September 1582. Taiwan resmi menjadi provinsi terbaru Majapahit. Tahun-tahun sesudah perang dengan Brunei lebih banyak diisi dengan kolonisasi yang gencar, di mana para pemberani menjadi pelopor pembuka tanah-tanah baru di empat penjuru. Untuk meredam ketegangan antara penganut Hindu dan Islam, pemerintah memperkenalkan 'Din-i Ilahi', sebuah ajaran sinkretis yang menyatukan filosofi kedua agama. Pendapatan negara terus melonjak, namun inflasi kini telah menembus angka 50%, sebuah rekor yang cukup mengkhawatirkan.
September 1587. Untuk pertama kalinya, para penjelajah Majapahit berhasil memetakan garis pantai daratan raksasa di selatan Timor. Pemerintah pusat meluncurkan kebijakan Pencarian Dunia Baru untuk lebih mendorong aktivitas penjelajahan daerah-daerah yang belum dikenal. Pasar-pasar dan kuil-kuil terus dibangun di banyak provinsi. Sementara para pedagang Majapahit semakin agresif melebarkan sayapnya di manca negara, mencapai pusat-pusat perdagangan yang sangat jauh seperti Hormuz di Persia.
Januari 1600. Majapahit kini telah menjadi sebuah imperium bercorak maritim. Wilayahnya menyebar di sepanjang garis pantai mulai dari Hokkaido di utara Jepang hingga pantai timur Australia dan kepulauan terpencil di Samudera Hindia dengan total 25 provinsi. Tahun-tahun ke depan, Majapahit harus membangun kekuatan militer yang lebih mapan lagi untuk bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi. Kerajaan-kerajaan besar dari India dan Cina daratan mulai menjejakkan kakinya di beberapa bagian Nusantara.
Bersambung...
Desember 1510. Brunei bertindak lancang dengan melarang para saudagar Majapahit berdagang di Malaka. Maka untuk pertama kalinya selama lebih dari 100 tahun, Majapahit menyatakan perang untuk memberi Brunei pelajaran mengenai tata krama antar bangsa. Seluruh angkatan darat dan laut disiagakan dalam perang pertama ini. 5.000 tentara bergerak menyerang Lampung. Sementara gelombang pemukim dari Surabaya berdatangan menuju Kepulauan Andaman di utara Aceh.
September 1516. Setelah sejumlah pertempuran sengit yang mahal dan memakan banyak korban, Majapahit dan Brunei akhirnya sepakat untuk duduk di meja perundingan. Brunei bersedia menerima kekalahan dan melepas dua provinsinya, Siak dan Palembang, untuk Majapahit. Namun tugas militer belum selesai, karena kini kedua provinsi di Tanah Sumatera itu dibayangi kemungkinan pemberontakan kelompok-kelompok patriot Melayu dan Islam. Sejumlah besar tentara harus dikirim untuk mengamankan keadaan.
September 1582. Taiwan resmi menjadi provinsi terbaru Majapahit. Tahun-tahun sesudah perang dengan Brunei lebih banyak diisi dengan kolonisasi yang gencar, di mana para pemberani menjadi pelopor pembuka tanah-tanah baru di empat penjuru. Untuk meredam ketegangan antara penganut Hindu dan Islam, pemerintah memperkenalkan 'Din-i Ilahi', sebuah ajaran sinkretis yang menyatukan filosofi kedua agama. Pendapatan negara terus melonjak, namun inflasi kini telah menembus angka 50%, sebuah rekor yang cukup mengkhawatirkan.
September 1587. Untuk pertama kalinya, para penjelajah Majapahit berhasil memetakan garis pantai daratan raksasa di selatan Timor. Pemerintah pusat meluncurkan kebijakan Pencarian Dunia Baru untuk lebih mendorong aktivitas penjelajahan daerah-daerah yang belum dikenal. Pasar-pasar dan kuil-kuil terus dibangun di banyak provinsi. Sementara para pedagang Majapahit semakin agresif melebarkan sayapnya di manca negara, mencapai pusat-pusat perdagangan yang sangat jauh seperti Hormuz di Persia.
Januari 1600. Majapahit kini telah menjadi sebuah imperium bercorak maritim. Wilayahnya menyebar di sepanjang garis pantai mulai dari Hokkaido di utara Jepang hingga pantai timur Australia dan kepulauan terpencil di Samudera Hindia dengan total 25 provinsi. Tahun-tahun ke depan, Majapahit harus membangun kekuatan militer yang lebih mapan lagi untuk bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi. Kerajaan-kerajaan besar dari India dan Cina daratan mulai menjejakkan kakinya di beberapa bagian Nusantara.
Bersambung...
Friday, April 17, 2015
Monday, April 13, 2015
After A While...
Aduh, saya habis mencabuli anak orang lagi. Dia manis sekali sih ^^
Friday, April 10, 2015
Saturday, April 4, 2015
Suma Oriental, Tentang Kerajaan Çumda (Sunda)
"Kerajaan Çumda (Sunda) sangat kaya. Negeri Çumda memiliki sebanyak empat ribu kuda yang didatangkan dari Priaman (Pariaman, Sumatera) serta pulau-pulau lain untuk dijual. Negeri ini punya empat puluh gajah, yang diperuntukkan bagi pasukan raja. Emas kualitas rendah, enam karat, juga ditemukan di sini. Asam sangat melimpah, digunakan oleh penduduk setempat untuk cuka.
Kota di mana raja menghabiskan sebagian besar waktunya sepanjang tahun ialah Ibukota Dayo (Dayeuh Pakuan, sekarang Bogor). Kota ini memiliki rumah-rumah kokoh yang terbuat dari kayu dan daun palem. Mereka mengatakan bahwa rumah raja memiliki tiga ratus tiga puluh tiang kayu setebal tong anggur, setinggi lima depa (8 meter), dengan ukiran kayu indah di puncak tiangnya, serta sebuah rumah yang sangat kokoh. Kota ini terletak sejauh dua hari perjalanan dari pelabuhan utamanya, yang disebut Calapa (Sunda Kelapa, sekarang Jakarta Utara).
Penduduk Çumda disebut-sebut sebagai orang-orang yang jujur. Mereka, dengan Ibukota Dayo, kota-kota kecil serta negeri-negeri dan Pelabuhan Bantam (Banten), Pelabuhan Pomdam (Pontang), Pelabuhan Cheguide (Cigede), Pelabuhan Tamgaram (Tangerang), Pelabuhan Calapa, dan Pelabuhan Chemano (Cimanuk), diperintah dengan adil. Rajanya adalah seorang atlit dan pemburu yang handal. Tampuk kerajaan diturunkan dari ayah kepada putranya. Para perempuannya cantik, dan perempuan dari kalangan bangsawannya tidak menikah, hal yang tidak terjadi pada perempuan dari kalangan rakyat jelatanya. Terdapat biara untuk perempuan, di mana para bangsawan menaruh putri-putri mereka, apabila mereka tidak bisa menjodohkan putri-putri mereka sesuai keinginan. Perempuan yang sudah menikah, bila suaminya mati, harus ikut mati bersamanya sebagai bentuk penghormatan, dan bila mereka takut mati, maka mereka akan masuk ke biara. Penduduknya tidak terlalu suka berperang, terlalu senang dengan penyembahan berhala. Mereka menyukai ragam perhiasan tangan, dengan ukiran bertatahkan emas. Keris mereka disepuh, begitu juga ujung tombaknya.
Penduduk di pesisir bergaul baik dengan para pedagang di pedalaman. Mereka sudah terbiasa dengan kegiatan jual beli. orang-orang Çumda ini sering berkunjung ke Malaka untuk berdagang. Mereka membawa kapal-kapal lanchara dengan muatan seratus lima puluh ton. Çumda memiliki enam kapal jung dan banyak kapal lanchara khas Çumda, dengan tiang-tiang kapal seperti derek, dan jalur di antara tiang-tiang itu agar mereka mudah memantau arah."
Suma Oriental que trata do Mar Roxo até aos Chins (Ikhtisar Wilayah Timur, dari Laut Merah hingga Negeri Cina) - ditulis oleh Tomé Pires, penjelajah Portugis, berisi catatan perjalanannya ke Asia pada 1512 - 1515
Kota di mana raja menghabiskan sebagian besar waktunya sepanjang tahun ialah Ibukota Dayo (Dayeuh Pakuan, sekarang Bogor). Kota ini memiliki rumah-rumah kokoh yang terbuat dari kayu dan daun palem. Mereka mengatakan bahwa rumah raja memiliki tiga ratus tiga puluh tiang kayu setebal tong anggur, setinggi lima depa (8 meter), dengan ukiran kayu indah di puncak tiangnya, serta sebuah rumah yang sangat kokoh. Kota ini terletak sejauh dua hari perjalanan dari pelabuhan utamanya, yang disebut Calapa (Sunda Kelapa, sekarang Jakarta Utara).
Penduduk Çumda disebut-sebut sebagai orang-orang yang jujur. Mereka, dengan Ibukota Dayo, kota-kota kecil serta negeri-negeri dan Pelabuhan Bantam (Banten), Pelabuhan Pomdam (Pontang), Pelabuhan Cheguide (Cigede), Pelabuhan Tamgaram (Tangerang), Pelabuhan Calapa, dan Pelabuhan Chemano (Cimanuk), diperintah dengan adil. Rajanya adalah seorang atlit dan pemburu yang handal. Tampuk kerajaan diturunkan dari ayah kepada putranya. Para perempuannya cantik, dan perempuan dari kalangan bangsawannya tidak menikah, hal yang tidak terjadi pada perempuan dari kalangan rakyat jelatanya. Terdapat biara untuk perempuan, di mana para bangsawan menaruh putri-putri mereka, apabila mereka tidak bisa menjodohkan putri-putri mereka sesuai keinginan. Perempuan yang sudah menikah, bila suaminya mati, harus ikut mati bersamanya sebagai bentuk penghormatan, dan bila mereka takut mati, maka mereka akan masuk ke biara. Penduduknya tidak terlalu suka berperang, terlalu senang dengan penyembahan berhala. Mereka menyukai ragam perhiasan tangan, dengan ukiran bertatahkan emas. Keris mereka disepuh, begitu juga ujung tombaknya.
Penduduk di pesisir bergaul baik dengan para pedagang di pedalaman. Mereka sudah terbiasa dengan kegiatan jual beli. orang-orang Çumda ini sering berkunjung ke Malaka untuk berdagang. Mereka membawa kapal-kapal lanchara dengan muatan seratus lima puluh ton. Çumda memiliki enam kapal jung dan banyak kapal lanchara khas Çumda, dengan tiang-tiang kapal seperti derek, dan jalur di antara tiang-tiang itu agar mereka mudah memantau arah."
Suma Oriental que trata do Mar Roxo até aos Chins (Ikhtisar Wilayah Timur, dari Laut Merah hingga Negeri Cina) - ditulis oleh Tomé Pires, penjelajah Portugis, berisi catatan perjalanannya ke Asia pada 1512 - 1515
True That
"Man is least himself when he talks in his own person. Give him a mask, and he will tell you the truth." - Oscar Wilde
Sunday, March 22, 2015
Europa Universalis III - Majapahit (Abad 15)
Europa Universalis III adalah salah satu game simulasi sejarah paling keren yang pernah saya mainkan. Salut dengan referensinya yang ekstra detail dan akurat. Untuk wilayah Nusantara yang sebenarnya hanya pelengkap pun (karena setting utamanya sudah pasti Eropa sesuai judulnya), pengembangnya masih menyediakan 6 kerajaan yang bisa dimainkan, yaitu Aceh, Brunei, Majapahit, Makassar, Malaka, dan Pattani.
Seperti biasa saya akan menggunakan Majapahit, kerajaan favorit saya, hoho. Mari mulai!
Oktober 1399. Akhir abad 14, permulaan game ini. Profil Majapahit adalah sebuah kerajaan despotik bercorak budaya Sulawesi (harusnya Jawa ya?) yang menganut Hindu sebagai agama resmi dan menggunakan rumpun teknologi Cina. Rajanya bernama Wikramardhana yang naik tahkta pada 1390. Majapahit punya 4 provinsi, yaitu Surabaya (ibukota), Mataram, Blambangan, dan Bali - Lombok. Militernya masih lemah, teknologinya cukup terbelakang, dan pendapatannya juga relatif sangat kecil dibanding negara-negara superpower di Asia seperti Ming. Di game ini, tingkat kesulitan memainkan Majapahit tergolong 'sangat sulit'. Bisa dikatakan cukup menantang.
Seperti biasa saya akan menggunakan Majapahit, kerajaan favorit saya, hoho. Mari mulai!
Mei 1418. Hampir 20 tahun kemudian, akhirnya Majapahit berhasil mendapatkan provinsi baru yaitu Demak. Sekitar 5 tahun sebelumnya, Majapahit memutuskan untuk mengadopsi kebijakan kolonial yang memungkinkan pemerintah mengirim pemukim baru ke daerah-daerah 'tak bertuan'. 6.000 tentara diterjunkan untuk menjaga para pemukim Majapahit di Demak dari kemungkinan serangan penduduk lokal. Di sisi lain,pemerintah pusat menerapkan politik luar negeri pasif yang mengarah ke
isolasi, menolak ikut campur dalam pergolakan di negara lain. Diplomat menganggur, militer lebih sibuk membangun pertahanan. Situasi damai dipelihara.
Maret 1462. Agenda perluasan wilayah berjalan sangat lambat. Hampir 50 tahun sejak ekspansi pertama ke Demak, Majapahit baru menambah dua provinsi lagi, yaitu Priangan dan Sumbawa. Raja Wikramardhana telah wafat pada 1440, digantikan oleh putranya Raden Sotor I. Legitimasinya yang rendah memicu peluang terjadinya pemberontakan, sehingga pihak kerajaan harus menyewa ahli propaganda untuk menaikkan legitimasi sang raja. Sejauh ini cara tersebut berhasil. Stabilitas dalam negeri dijaga baik-baik. Namun inflasi telah menembus angka 10,8 % akibat pencetakan uang yang berlebihan untuk menutupi biaya program kolonial yang mahal.
September 1485. Di bidang ekonomi, Majapahit terus bergerak ke arah perdagangan bebas. Kebijakan ini mendorong para pengusaha dalam negeri untuk menjadi semakin tangguh menghadapi kompetitor asing. Para pedagang Majapahit kini telah mendominasi dua pusat perdagangan di Cina, yaitu Nanjing dan Liaoxi. Bersama dengan perluasan wilayah, aktivitas dagang ini menyumbang lonjakan pendapatan negara hingga mencapai 300 % dibanding 60 tahun lalu.
Januari 1500. Wilayah Majapahit kini meliputi seluruh Pulau Jawa, Bali - Lombok, sebagian Nusa Tenggara, serta Sulawesi bagian tenggara dengan total 11 provinsi. Seluruhnya didapatkan lewat program kolonisasi yang berjalan damai, kecuali di Sunda yang mendapat perlawanan berdarah dari penduduk lokal. Sementara itu, Kesultanan Brunei yang merupakan rival utama Majapahit saat ini telah menyapu habis seluruh Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Semenanjung Malaya. Raja baru Majapahit, Girishawardhana I Rajasanagara yang baru naik takhta 2 tahun lalu dikenal sebagai ahli militer yang sangat ulung. Tahun-tahun ke depan tampaknya akan diisi dengan kebijakan luar negeri yang lebih agresif.
Bersambung...
Wednesday, March 11, 2015
Waktu Paling Romantis Untuk Jalan Kaki
Biasanya itu sekitar pukul setengah 5 sampai setengah 7 petang. Pada bulan-bulan yang basah di musim penghujan antara Oktober - Maret, khususnya ketika siangnya hujan cukup lebat, sehingga sore harinya tersisa udara segar dan sejuk yang layak hirup. Kalau beruntung, pada sore-sore usai hujan semacam ini saya bisa menemukan pemandangan langit luar biasa. Seperti busur pelangi besar dan awan nimbus keemasan di ufuk barat yang saya lihat kemarin. Untuk pemandangan langit terbaik, biasanya saya mencari tempat-tempat tinggi atau jalanan menurun yang memungkinkan mata memandang sejauh cakrawala.
Alasan lain yang membuat waktu ini menjadi istimewa adalah karena lampu-lampu yang mulai menyala. Sekitar pukul setengah 6 sore, seisi kota seakan berganti wajah saat toko-toko, gedung-gedung, rumah-rumah, serta kendaraan mulai menyalakan lampunya. Tapi langit masih cukup terang dengan warna entah lembayung, ungu, biru, atau kelabu yang bercampur menjadi satu dengan lampu-lampu di bawahnya. Ditambah wangi mie ayam, martabak, fried chicken, sate, cakwe, dan jajanan khas petang hari lainnya. Juga wajah-wajah manusia jam pulang kerja yang memenuhi lalu lintas. Yang lelah, yang ingin cepat-cepat sampai di rumah. Yang mungkin tersenyum-senyum sendiri membaca pesan di ponsel dari keluarganya yang sudah menunggu.
Buat saya ini pemandangan yang manis sekali. Tak masalah jika gerimis masih menggantung. Berjalan di bawah payung bahkan bisa terasa lebih magis lagi. Waktu yang begitu romantis, layak untuk dihambur-hamburkan dengan berjalan tak tentu, baik sendiri atau pun bersama kekasih tercinta (seandainya saya punya).
Friday, March 6, 2015
Tuesday, March 3, 2015
So There's This Story About Something That Is Completely Irrational
You don't believe it, so you call it myth.
You believe it, then you call it faith.
Nuff said.
You believe it, then you call it faith.
Nuff said.
Friday, February 27, 2015
Paramita
Di hari-hari ini, ketika berita penghancuran patung-patung kuno oleh ISIS di Museum Mosul beredar luas di media, ingatan saya melambung pada sosok arca dewi ini. Pradnya Paramita, boddhisatwa dalam tradisi Mahayana yang melambangkan kesempurnaan kebijaksanaan. Konon merupakan perwujudan Ken Dedes atau Gayatri, permaisuri pertama Majapahit. Sejak ditemukan kembali pada sekitar Tahun 1819 di reruntuhan Cungkup Putri, Malang, oleh seorang pegawai Hindia Belanda, sang dewi mulai dikenal sebagai ikon peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Dibuat replikanya di mana-mana. Dipuja sebagai puncak kehalusan budaya klasik Jawa.
Arca ini adalah artefak kesayangan saya. Biasanya saya sebut Paramita, atau Mita saja. Kini dia bersemayam dengan tenang di lantai 2 Museum Nasional di Jakarta Pusat. Setiap kali berkunjung ke sana, saya selalu menyempatkan diri menyambangi arca ini. Saya suka berlama-lama di depannya, memandangi detail ukiran serta ragam perhiasannya. Lalu membayangkan seperti apa suasananya ketika arca ini masih duduk dalam kemegahannya berabad-abad silam.
Mungkin tidak semua orang mengerti perasaan ini. Bagi saya, benda-benda ini bukan sekadar batu tua. Mereka penghubung kita dengan masa lalu, dengan leluhur dan zaman-zaman yang tak akan pernah kita ketahui adanya tanpa benda-benda ini. Jika seluruh ras manusia diibaratkan satu tubuh, maka benda-benda sejarah adalah ingatannya. Hilangnya benda-benda ini berarti hilangnya ingatan ras manusia.
Mosul adalah jantung peradaban kuno. Lokasi reruntuhan Nineveh, ibukota Kerajaan Assyria yang penuh peninggalan tak ternilai, termasuk Perpustakaan Ashurbanipal yang menyimpan tablet Epik Gilgamesh dan Enuma Elish selama lebih dari 2.700 tahun. Saya benar-benar ingin menangis mendengar berita penghancuran patung-patung dan manuskrip kuno Mosul. Mengingatkan bahwa akal sehat tidak didapat begitu saja. Akal sehat perlu dirawat. Akal sehat perlu diperjuangkan. Karena akal sehat tidak diwarisi dalam informasi genetika. Kebijaksanaan tidak terakumulasi dalam ovum dan sperma. Setiap generasi harus memulainya lagi dari remah-remah. Bukan mustahil Paramita kelak akan bernasib sama jika Indonesia gagal merawat akal sehatnya. Turut berduka sedalam-sedalamnya untuk warga etnis Assyria, Irak, Timur Tengah, dan dunia yang kehilangan lagi sepotong ingatannya.
Thursday, February 26, 2015
All Boundaries Are Conventions
Sixsmith.
I climb the steps of the Scot monument every morning and all becomes clear. Wish I could make you see this brightness. Don't worry, all is well. All is so perfectly, damnably well.
I understand now that boundaries between noise and sound are conventions. All boundaries are conventions, waiting to be transcended. One may transcend any convention if only one can first conceive of doing so.
Moments like this, I can feel your heart beating as clearly as I feel my own, and I know that separation is an illusion. My life extends far beyond the limitations of me.
(Robert Frobisher - Cloud Atlas)
Subscribe to:
Posts (Atom)


